Lelah mata ini menahan tetes air mata
dia yang selalu kukagumi menampar hati ini dengan lembut
Rasa sayang yang ada tak mampu mengerti situasi
semua dikalahkan oleh sebuah 'tanggung jawab'
hingga melupakan segalanya
Sesaat.. namun sangat menyakitkan...
menghancurkan segala harapan....
Seandainya ada setitik cahaya dalam sehari
ini tak perlu terjadi...
seandainya ada kesadaran memiliki separuh nafas
emosi ini tak kan meluap...
Keadaan ini semakin membuatku berhenti
berhenti percaya pada indahnya kata yang tak terucap
berhenti mengerti pada keadaan yang harus dimengerti
berhenti berkata pada kebenaran yang terbalik
berhenti angkuh pada emosi yang terulang
berhenti mengingatkan pada sesuatu yang salah
berhenti berfikir pada semua yang telah terjadi
berhenti... berhenti pada cinta yang mengalir.....
Semua yang ku ucap
bukan amarah tanpa maksud
bukan kata tanpa sebab
ketahuilah Sayyang... semua demi kebaikan kita....
Setiap malam tiba
tenangku semakin menjauh...
hingga ku terlelap dalam mata terbuka..
bayangku melayang bersimpuh hampa
ku tlah mengkhawatirkan sesuatu yang sia-sia...
sesuatu yang kurindukan
sesuatu yang selalu kuingat
sesuatu yang selalu kusayang...
Luka lama yang tlah kau sembuhkan
kembali tersayat...
sikapmu membuatnya terbuka kembali..
tanpa sadar... aku kembali 'sakit'......
Aku mencoba bertahan..
menahannya dengan segala cara....
Aku mohon jangan diam bila ku salah
karena ku tak ingin selalu meraba pikiranmu..
dan ku pun tak selalu bisa membaca matamu..
jangan paksa aku mengerti pada suatu yang tak kuketahui...
Sikap kerasku tlah membuatnya takut bersua
sikap lembut pun tak mampu menegurnya
Apa lagi yang harus dan bisa ku lakukan??
Ia ingin ku mengertinya
tapi ia tak mengerti hal sederhana yang buatku tak bisa mengertinya...
hal yang sejatinya selalu dan bisa ia lakukan sejak langkah pertama
bahkan sebelum langkah ini dimulai..
semuanya mulai hilang perlahan-lahan.....
Entah apa yang telah terjadi pada hubungan ini
Semua terasa berbalik arah
satu ditambah satu bukan lagi dua.....
hhhhhffffh...
Aku tak ingin membuatnya sedih..
dan aku tak ingin membencinya.......
Tapi dia menjadi seperti batu
yang tak bisa 'ku kendalikan'..
yang tak bisa 'ku kenali'
yang 'menjauh'... dan 'menghilang'....
Jujur... aku mulai meragukannya.....
hal ini tak pernah terbayangkan sebelumnya
dan tak ingin terfikirkan olehku!!
Ragu ini mulai mengganggu sang rasa...
mungkinkah ia tak ingin memilikiku lagi...???
Karena itu yang kurasa saat ini.............
Kehadiranku tak lagi dirindukan...
Aku tak lagi dibutuhkan
Aku tak lagi diharapkan
Aku tak lagi penting baginya....
Hingga semenit pun tak ada waktu untukku...
bahkan satu detik pun!!!
Aku dibiarkan tergantung dalam lautanku sendiri
Aku dibiarkan tak tahu samuderanya
Aku khawatir...
Aku bingung...
Aku bimbang...
dan sungguh.......
Aku....... mulai lelah................
Aku tak mampu lagi berkata-kata
ku hanya bisa diam.. diam.. dan bersedih....
karena saat ini
apa pun yang kulakukan..
tak lagi berarti....
Aku bagai mengejar sesuatu yang tak ingin 'lagi' didekati..
Baik Sayyang..
kan kuikuti alurmu...
Jika aku bagimu beban
biarkan aku lepas dari pundakmu......
walau ini sangat menyiksaku
ku kan rela demi senyummu.......
Karena bahagiamu...... segalanya bagiku....!!
9 Maret '09 (Ketahuilah Sayyang......)(T)
Tata Gurwita
Rabu, 18 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


hiks..trlihat bgtu dekat,bgtu hangat...nmun tk dpt trsentuh lalu menghilang...sakiiit...!!
BalasHapus