Hari ini sepi, sunyi, dan sangat kelam
Anginpun tak ingin berhembus
Dan nafasku serasa terhenti
Dalam hidup yang kujalani
Sekilas matahari itu muncul
Sesaat aku ingin tampak
dan tumbuh, hidup, mekar
bersama munculnya musim bunga
Nyanyian jangkrik begitu merdu
hingga malam pun menjadi syahdu
Tanganku penuh dengan lumpur
dan semua milikku telah terkubur
Tapi...
Aku berharap bisa melewatinya
Aku ingin menjalaninya
Meskipun aku tak mampu
Aku ingin mencoba
Meletakkan tanganku dipundakmu
dan kita bersama-sama
akan terus melaju...
-->to be continued..
17 Agustus '04 [Sahabat......(1)](F)
Tata Gurwita
Senin, 30 Maret 2009
#5
Apakah mungkin ombak tidak menyapa lautan?
Apakah sanggup bumi menjauhi sang surya?
Apakah rela kasih sayang berpisah dengan cinta?
Harapku cahaya terus bersinar...
? ?? '?? [#5](T)
Tata Gurwita
Apakah sanggup bumi menjauhi sang surya?
Apakah rela kasih sayang berpisah dengan cinta?
Harapku cahaya terus bersinar...
? ?? '?? [#5](T)
Tata Gurwita
Minggu, 22 Maret 2009
Aku Sesak...
Saat ini..
Aku ingin keindahan fajar
Hingga hening lelap dalam malam
Benarkah ini akan sempurna?
Ingatku hanya kerlip dalam senyum
Langkah pun menari tanpa arah
Mungkinkah datang cahaya?
Tidak..!
Hingga ku sesak raih mentari.....
16 Feb '09 [Aku Sesak...](T)
Tata Gurwita
Aku ingin keindahan fajar
Hingga hening lelap dalam malam
Benarkah ini akan sempurna?
Ingatku hanya kerlip dalam senyum
Langkah pun menari tanpa arah
Mungkinkah datang cahaya?
Tidak..!
Hingga ku sesak raih mentari.....
16 Feb '09 [Aku Sesak...](T)
Tata Gurwita
Rasa Ini Goyah..
Ada kesepian. larut dalam malam
Ada tangis, mencair dalam gerimis
Ada cinta, menggupal dalam awan
Ada rindu, melebur bersama waktu
Seorang penyair berbicara tentang cinta
Seorang pencinta bicara apa itu luka
Ketika sebuah hati merasa terasing
Mencoba hancurkan angkuhnya sebuah jiwa
Jalan yang tertelusuri teramat panjang
Ingin rasanya kaki ini berbalik ke belakang
Raga ini telah lelah
Rasa ini semakin goyah
Tak ada lagi kata yang menjenguk sepinya sebuah hati
Tak ada lagi rasa yang menyapa rindunya sebuah jiwa
bagaimana seseorang mampu bertahan
Jika nyatanya waktu mengalahkan segalanya
Tegarku tak seperti karang dalam lautan
Setiaku tak sebanyak pasir dalam pantai
Karena cintaku sebuah layangan dengan benang...
18 Maret '06 [Rasa Ini Goyah...](F)
Tata Gurwita
Ada tangis, mencair dalam gerimis
Ada cinta, menggupal dalam awan
Ada rindu, melebur bersama waktu
Seorang penyair berbicara tentang cinta
Seorang pencinta bicara apa itu luka
Ketika sebuah hati merasa terasing
Mencoba hancurkan angkuhnya sebuah jiwa
Jalan yang tertelusuri teramat panjang
Ingin rasanya kaki ini berbalik ke belakang
Raga ini telah lelah
Rasa ini semakin goyah
Tak ada lagi kata yang menjenguk sepinya sebuah hati
Tak ada lagi rasa yang menyapa rindunya sebuah jiwa
bagaimana seseorang mampu bertahan
Jika nyatanya waktu mengalahkan segalanya
Tegarku tak seperti karang dalam lautan
Setiaku tak sebanyak pasir dalam pantai
Karena cintaku sebuah layangan dengan benang...
18 Maret '06 [Rasa Ini Goyah...](F)
Tata Gurwita
Haruskah...
Detik berganti menit
Menit berganti Jam
Hari berganti bulan
Namun satu nama yang tak pernah beranjak pergi dari hatiku
harus dengan apa ku tepis perasaan ini
Rasa yang tak pernah beranjak pergi
Haruskah kuhapus namamu..??
11 Oktober '04 [Haruskah...](F)
Tata Gurwita
Menit berganti Jam
Hari berganti bulan
Namun satu nama yang tak pernah beranjak pergi dari hatiku
harus dengan apa ku tepis perasaan ini
Rasa yang tak pernah beranjak pergi
Haruskah kuhapus namamu..??
11 Oktober '04 [Haruskah...](F)
Tata Gurwita
Kamis, 19 Maret 2009
Saat Kau Pergi
Saat kau pergi
berlinanglah air mataku
betapa singkat kurasakan
kebahagiaan itu
kini lenyaplah sudah
Tak pernah ku inginkan
perpisahan ini terjadi
ku hanya bisa merelakan
jika memang kau pikir
inilah yang terbaik
Tak perlu kau beri alasan mengapa kau ingin pergi meninggalkan diriku
karena ku yakin mungkin semuanya itu bisa membuatmu bahagia
Sepenuhnya kumenyadari bahwa cinta itu tak mesti harus memiliki
namun ku akan terus selalu menyayangimu setulusnya hati ini..
18 Maret '09 [Saat Kau Pergi](VAGETOZ)
Tata Gurwita
berlinanglah air mataku
betapa singkat kurasakan
kebahagiaan itu
kini lenyaplah sudah
Tak pernah ku inginkan
perpisahan ini terjadi
ku hanya bisa merelakan
jika memang kau pikir
inilah yang terbaik
Tak perlu kau beri alasan mengapa kau ingin pergi meninggalkan diriku
karena ku yakin mungkin semuanya itu bisa membuatmu bahagia
Sepenuhnya kumenyadari bahwa cinta itu tak mesti harus memiliki
namun ku akan terus selalu menyayangimu setulusnya hati ini..
18 Maret '09 [Saat Kau Pergi](VAGETOZ)
Tata Gurwita
Rabu, 18 Maret 2009
#4
Suasana ini buatku goyah..
Dia yang ku ingat
tak ku senyum lagi...
Lihat ini cinta..!
Puas pun tak tersentuh......
? ?? '?? (#4)(T)
Tata Gurwita
Dia yang ku ingat
tak ku senyum lagi...
Lihat ini cinta..!
Puas pun tak tersentuh......
? ?? '?? (#4)(T)
Tata Gurwita
Ketahuilah Sayyang......
Lelah mata ini menahan tetes air mata
dia yang selalu kukagumi menampar hati ini dengan lembut
Rasa sayang yang ada tak mampu mengerti situasi
semua dikalahkan oleh sebuah 'tanggung jawab'
hingga melupakan segalanya
Sesaat.. namun sangat menyakitkan...
menghancurkan segala harapan....
Seandainya ada setitik cahaya dalam sehari
ini tak perlu terjadi...
seandainya ada kesadaran memiliki separuh nafas
emosi ini tak kan meluap...
Keadaan ini semakin membuatku berhenti
berhenti percaya pada indahnya kata yang tak terucap
berhenti mengerti pada keadaan yang harus dimengerti
berhenti berkata pada kebenaran yang terbalik
berhenti angkuh pada emosi yang terulang
berhenti mengingatkan pada sesuatu yang salah
berhenti berfikir pada semua yang telah terjadi
berhenti... berhenti pada cinta yang mengalir.....
Semua yang ku ucap
bukan amarah tanpa maksud
bukan kata tanpa sebab
ketahuilah Sayyang... semua demi kebaikan kita....
Setiap malam tiba
tenangku semakin menjauh...
hingga ku terlelap dalam mata terbuka..
bayangku melayang bersimpuh hampa
ku tlah mengkhawatirkan sesuatu yang sia-sia...
sesuatu yang kurindukan
sesuatu yang selalu kuingat
sesuatu yang selalu kusayang...
Luka lama yang tlah kau sembuhkan
kembali tersayat...
sikapmu membuatnya terbuka kembali..
tanpa sadar... aku kembali 'sakit'......
Aku mencoba bertahan..
menahannya dengan segala cara....
Aku mohon jangan diam bila ku salah
karena ku tak ingin selalu meraba pikiranmu..
dan ku pun tak selalu bisa membaca matamu..
jangan paksa aku mengerti pada suatu yang tak kuketahui...
Sikap kerasku tlah membuatnya takut bersua
sikap lembut pun tak mampu menegurnya
Apa lagi yang harus dan bisa ku lakukan??
Ia ingin ku mengertinya
tapi ia tak mengerti hal sederhana yang buatku tak bisa mengertinya...
hal yang sejatinya selalu dan bisa ia lakukan sejak langkah pertama
bahkan sebelum langkah ini dimulai..
semuanya mulai hilang perlahan-lahan.....
Entah apa yang telah terjadi pada hubungan ini
Semua terasa berbalik arah
satu ditambah satu bukan lagi dua.....
hhhhhffffh...
Aku tak ingin membuatnya sedih..
dan aku tak ingin membencinya.......
Tapi dia menjadi seperti batu
yang tak bisa 'ku kendalikan'..
yang tak bisa 'ku kenali'
yang 'menjauh'... dan 'menghilang'....
Jujur... aku mulai meragukannya.....
hal ini tak pernah terbayangkan sebelumnya
dan tak ingin terfikirkan olehku!!
Ragu ini mulai mengganggu sang rasa...
mungkinkah ia tak ingin memilikiku lagi...???
Karena itu yang kurasa saat ini.............
Kehadiranku tak lagi dirindukan...
Aku tak lagi dibutuhkan
Aku tak lagi diharapkan
Aku tak lagi penting baginya....
Hingga semenit pun tak ada waktu untukku...
bahkan satu detik pun!!!
Aku dibiarkan tergantung dalam lautanku sendiri
Aku dibiarkan tak tahu samuderanya
Aku khawatir...
Aku bingung...
Aku bimbang...
dan sungguh.......
Aku....... mulai lelah................
Aku tak mampu lagi berkata-kata
ku hanya bisa diam.. diam.. dan bersedih....
karena saat ini
apa pun yang kulakukan..
tak lagi berarti....
Aku bagai mengejar sesuatu yang tak ingin 'lagi' didekati..
Baik Sayyang..
kan kuikuti alurmu...
Jika aku bagimu beban
biarkan aku lepas dari pundakmu......
walau ini sangat menyiksaku
ku kan rela demi senyummu.......
Karena bahagiamu...... segalanya bagiku....!!
9 Maret '09 (Ketahuilah Sayyang......)(T)
Tata Gurwita
dia yang selalu kukagumi menampar hati ini dengan lembut
Rasa sayang yang ada tak mampu mengerti situasi
semua dikalahkan oleh sebuah 'tanggung jawab'
hingga melupakan segalanya
Sesaat.. namun sangat menyakitkan...
menghancurkan segala harapan....
Seandainya ada setitik cahaya dalam sehari
ini tak perlu terjadi...
seandainya ada kesadaran memiliki separuh nafas
emosi ini tak kan meluap...
Keadaan ini semakin membuatku berhenti
berhenti percaya pada indahnya kata yang tak terucap
berhenti mengerti pada keadaan yang harus dimengerti
berhenti berkata pada kebenaran yang terbalik
berhenti angkuh pada emosi yang terulang
berhenti mengingatkan pada sesuatu yang salah
berhenti berfikir pada semua yang telah terjadi
berhenti... berhenti pada cinta yang mengalir.....
Semua yang ku ucap
bukan amarah tanpa maksud
bukan kata tanpa sebab
ketahuilah Sayyang... semua demi kebaikan kita....
Setiap malam tiba
tenangku semakin menjauh...
hingga ku terlelap dalam mata terbuka..
bayangku melayang bersimpuh hampa
ku tlah mengkhawatirkan sesuatu yang sia-sia...
sesuatu yang kurindukan
sesuatu yang selalu kuingat
sesuatu yang selalu kusayang...
Luka lama yang tlah kau sembuhkan
kembali tersayat...
sikapmu membuatnya terbuka kembali..
tanpa sadar... aku kembali 'sakit'......
Aku mencoba bertahan..
menahannya dengan segala cara....
Aku mohon jangan diam bila ku salah
karena ku tak ingin selalu meraba pikiranmu..
dan ku pun tak selalu bisa membaca matamu..
jangan paksa aku mengerti pada suatu yang tak kuketahui...
Sikap kerasku tlah membuatnya takut bersua
sikap lembut pun tak mampu menegurnya
Apa lagi yang harus dan bisa ku lakukan??
Ia ingin ku mengertinya
tapi ia tak mengerti hal sederhana yang buatku tak bisa mengertinya...
hal yang sejatinya selalu dan bisa ia lakukan sejak langkah pertama
bahkan sebelum langkah ini dimulai..
semuanya mulai hilang perlahan-lahan.....
Entah apa yang telah terjadi pada hubungan ini
Semua terasa berbalik arah
satu ditambah satu bukan lagi dua.....
hhhhhffffh...
Aku tak ingin membuatnya sedih..
dan aku tak ingin membencinya.......
Tapi dia menjadi seperti batu
yang tak bisa 'ku kendalikan'..
yang tak bisa 'ku kenali'
yang 'menjauh'... dan 'menghilang'....
Jujur... aku mulai meragukannya.....
hal ini tak pernah terbayangkan sebelumnya
dan tak ingin terfikirkan olehku!!
Ragu ini mulai mengganggu sang rasa...
mungkinkah ia tak ingin memilikiku lagi...???
Karena itu yang kurasa saat ini.............
Kehadiranku tak lagi dirindukan...
Aku tak lagi dibutuhkan
Aku tak lagi diharapkan
Aku tak lagi penting baginya....
Hingga semenit pun tak ada waktu untukku...
bahkan satu detik pun!!!
Aku dibiarkan tergantung dalam lautanku sendiri
Aku dibiarkan tak tahu samuderanya
Aku khawatir...
Aku bingung...
Aku bimbang...
dan sungguh.......
Aku....... mulai lelah................
Aku tak mampu lagi berkata-kata
ku hanya bisa diam.. diam.. dan bersedih....
karena saat ini
apa pun yang kulakukan..
tak lagi berarti....
Aku bagai mengejar sesuatu yang tak ingin 'lagi' didekati..
Baik Sayyang..
kan kuikuti alurmu...
Jika aku bagimu beban
biarkan aku lepas dari pundakmu......
walau ini sangat menyiksaku
ku kan rela demi senyummu.......
Karena bahagiamu...... segalanya bagiku....!!
9 Maret '09 (Ketahuilah Sayyang......)(T)
Tata Gurwita
Mencoba tuk kembali...
Selamanya…
ku harap indah...
saat itu sedang kucari…
hingga awal kembali gelora...
dan berkata dengan sempurna…...
20 Oktober '08 [Mencoba tuk kembali..](T)
Tata Gurwita
ku harap indah...
saat itu sedang kucari…
hingga awal kembali gelora...
dan berkata dengan sempurna…...
20 Oktober '08 [Mencoba tuk kembali..](T)
Tata Gurwita
#3
Bintang…
Hiburlah ia
Berikan mimpi yang ia inginkan
Belai dia dengan kehangatanmu
Bantu aku temukan kegelisahannya
Angin…
Bawa pergi kerisauan hatinya
Karena malam rindu akan senyumnya
(utk seseorang yang lagi ga’ nafsu maem.. ;p)
? ?? '?? [#3](F)
Tata Gurwita
Hiburlah ia
Berikan mimpi yang ia inginkan
Belai dia dengan kehangatanmu
Bantu aku temukan kegelisahannya
Angin…
Bawa pergi kerisauan hatinya
Karena malam rindu akan senyumnya
(utk seseorang yang lagi ga’ nafsu maem.. ;p)
? ?? '?? [#3](F)
Tata Gurwita
Mutiara Timur Ku . . .
Dalam ragu
Ia raba rasa sunyiku
Ia telah menyinari hati ini
Dalam tenang
Ku lihat ia tersenyum
Ia telah menepikan hampa ini
Aku tak ingin ia jauh
Aku tak ingin ia hilang
Namun hati ini
takut menggoresnya
Mungkin telah kulakukan
Mungkin ia telah sakit
Apa aku tlah membuatnya menangis??
Di tengah senyumku karenanya
Aku berharap ia bahagia
Bukan sedih karena ku
Aku telah buatnya bertanya
Apa rasa kita sebenarnya??
Ia telah temani langkah-langkahku
Tanpanya mungkin aku takkan bisa berlari lagi
Ia telah hadir pada setiap lelahku
Tanpanya mungkin aku kan sulit bernafas lagi
Lepas dari semua lukanya karena ku
Aku tak ingin ia sakit
Aku tak ingin ia sedih
Aku tak ingin ia jauh
Aku tak ingin ia pergi
Mutiara timur ku
Teruslah bersinar untukku
Kasih sayang tulusmu
tlah sejukkan hati ini
Dan kau telah ku sayang…
3 Desember '06 [Mutiara Timur Ku...](T)
Tata Gurwita
Ia raba rasa sunyiku
Ia telah menyinari hati ini
Dalam tenang
Ku lihat ia tersenyum
Ia telah menepikan hampa ini
Aku tak ingin ia jauh
Aku tak ingin ia hilang
Namun hati ini
takut menggoresnya
Mungkin telah kulakukan
Mungkin ia telah sakit
Apa aku tlah membuatnya menangis??
Di tengah senyumku karenanya
Aku berharap ia bahagia
Bukan sedih karena ku
Aku telah buatnya bertanya
Apa rasa kita sebenarnya??
Ia telah temani langkah-langkahku
Tanpanya mungkin aku takkan bisa berlari lagi
Ia telah hadir pada setiap lelahku
Tanpanya mungkin aku kan sulit bernafas lagi
Lepas dari semua lukanya karena ku
Aku tak ingin ia sakit
Aku tak ingin ia sedih
Aku tak ingin ia jauh
Aku tak ingin ia pergi
Mutiara timur ku
Teruslah bersinar untukku
Kasih sayang tulusmu
tlah sejukkan hati ini
Dan kau telah ku sayang…
3 Desember '06 [Mutiara Timur Ku...](T)
Tata Gurwita
Apakah Aku Benar2 Sakit...??
Di bawah sinar mentari
Ku bicara pada tenangnya air
Bersama tarian angsa putih
Ku mencoba irama kan hati yang sumbang
Buih-buih kecil memberiku jawaban
Jawaban atas ketenganku yang semu
Bayangku hitam terbias suci
Ingin sekali ku berteriak
Hati ini tlah enggan bersinar
Hingga aku tak peduli lagi pada indahnya langit
Aku ingin bersatu bersama damainya air
Yang mengalir dengan tenang
Yang memberi keteduhan
Yang menghangatkan keangkuhan
Aku tak ingin terhanyut oleh rasaku
Aku tak ingin tersenyum bila hati ini tak mau
Tapi aku tak mampu menahan kehampaan hati
Apakah aku benar-benar sakit…????
Aku berada disini untuk kembali hidup
Disini…...
Aku tenang………
13 November '06 [Apakah aku benar-benar sakit...??](Ti)
Tata Gurwita
Ku bicara pada tenangnya air
Bersama tarian angsa putih
Ku mencoba irama kan hati yang sumbang
Buih-buih kecil memberiku jawaban
Jawaban atas ketenganku yang semu
Bayangku hitam terbias suci
Ingin sekali ku berteriak
Hati ini tlah enggan bersinar
Hingga aku tak peduli lagi pada indahnya langit
Aku ingin bersatu bersama damainya air
Yang mengalir dengan tenang
Yang memberi keteduhan
Yang menghangatkan keangkuhan
Aku tak ingin terhanyut oleh rasaku
Aku tak ingin tersenyum bila hati ini tak mau
Tapi aku tak mampu menahan kehampaan hati
Apakah aku benar-benar sakit…????
Aku berada disini untuk kembali hidup
Disini…...
Aku tenang………
13 November '06 [Apakah aku benar-benar sakit...??](Ti)
Tata Gurwita
Izinkan Aku Membencinya. . . .
Selepas kening bersujud
Dengan akhir sebuah salam
Terlintas dalam fikirku
Sejenak sebelum do’a kulantunkan
Teringat akan kenanganmu
Mengecup tanganku
Sesaat setelah kita berserah diri
Selalu..
Hhh… Bahagia…
Aku bahagia…
Kita bahagia….??
Anganku melayang jauh
Terlena pada indahnya harapan
Di suatu saat
Hidup bersamamu bahagia
selamanya..
Do’a pun ku lantunkan
Do’a pun qta lantunkan
Tersenyum ku melihat
Kedua tanganmu
tutupi tulusnya wajahmu
Ber’doa akan kita..
Tak pernah kubayangkan
Semuanya kan sirna………
Saat-saat itu tak kan pernah terlupakan
Mungkin kau telah melupakan
Tapi hati ini terlalu sayang untuk melupakan
Cinta……
Aku bahagia..
Aku tersentuh..
Aku tergores..
Aku terluka..
Aku tersiksa..
Ku kan selalu tersenyum mengingatnya
Belaianmu..
Sentuhanmu..
Kecupanmu..
Senyumanmu..
Walau dengan rasa sakit yang amat sangat
Kan ku coba tetap tersenyum….
Selepas kening bersujud
Dengan akhir sebuah salam
Do’ kulantunkan
Ya Allah…
Izinkan aku membencinya..
Izinkan aku membencinya…..
Izinkan aku membencinya……..!!!
30 September '06 [Izinkan Aku Membencinya......](T)
Tata Gurwita
Dengan akhir sebuah salam
Terlintas dalam fikirku
Sejenak sebelum do’a kulantunkan
Teringat akan kenanganmu
Mengecup tanganku
Sesaat setelah kita berserah diri
Selalu..
Hhh… Bahagia…
Aku bahagia…
Kita bahagia….??
Anganku melayang jauh
Terlena pada indahnya harapan
Di suatu saat
Hidup bersamamu bahagia
selamanya..
Do’a pun ku lantunkan
Do’a pun qta lantunkan
Tersenyum ku melihat
Kedua tanganmu
tutupi tulusnya wajahmu
Ber’doa akan kita..
Tak pernah kubayangkan
Semuanya kan sirna………
Saat-saat itu tak kan pernah terlupakan
Mungkin kau telah melupakan
Tapi hati ini terlalu sayang untuk melupakan
Cinta……
Aku bahagia..
Aku tersentuh..
Aku tergores..
Aku terluka..
Aku tersiksa..
Ku kan selalu tersenyum mengingatnya
Belaianmu..
Sentuhanmu..
Kecupanmu..
Senyumanmu..
Walau dengan rasa sakit yang amat sangat
Kan ku coba tetap tersenyum….
Selepas kening bersujud
Dengan akhir sebuah salam
Do’ kulantunkan
Ya Allah…
Izinkan aku membencinya..
Izinkan aku membencinya…..
Izinkan aku membencinya……..!!!
30 September '06 [Izinkan Aku Membencinya......](T)
Tata Gurwita
Persahabatan kita akan selalu ada...
Jalan kau tak berujung
Bertemu diri menghibur sepi
Menghindar aku
Berlari kau
Mengejar diri
Mencari kita di bawah langit tanpa mata
Mendengar suara hati bertemu jua
Salah berfikir aku
Bukan yang kujumpa
Tubuh berisi emosi
Terlupa akan kita
Selama nafas dari raga
Selama aku bagimu ada
Di bawah langit tanpa mata
Persahabatan kita akan selalu ada…
? ?? '?? [Persahabatan kita akan selalu ada...](F)
Tata Gurwita
Bertemu diri menghibur sepi
Menghindar aku
Berlari kau
Mengejar diri
Mencari kita di bawah langit tanpa mata
Mendengar suara hati bertemu jua
Salah berfikir aku
Bukan yang kujumpa
Tubuh berisi emosi
Terlupa akan kita
Selama nafas dari raga
Selama aku bagimu ada
Di bawah langit tanpa mata
Persahabatan kita akan selalu ada…
? ?? '?? [Persahabatan kita akan selalu ada...](F)
Tata Gurwita
Selasa, 17 Maret 2009
R(asa)ku. . .
Saat itu
Kulihat dia..
Namun tak hanya dia…
Dia yang ku sayang
Tlah ku benci..
Entah apa yang dia rasakan
Setelah apa yang pernah
terjadi diantara kita
Apakah dia sudah melupakan
semua kebahagiaan saat bersama?
Mengapa secepat itu
perasaan dapat berubah..
Mengapa semudah itu sebuah
perasaan dipermainkan…
Benarkah kata2 sayang itu??
Tuluskah janji2 itu…??
Mungkin semua hanya kepalsuan…
Aku terlalu berharap
pada bidadari…..
Ketika sebuah kenangan
dilupakan begitu mudah
Ketika sebuah kebaikan
datang mengusik kebahagian
Ketika keyakinan melemah
disaat cinta terbenam sejenak
Ketika hati tak mampu
menerima apa adanya
Saat itu pula
rasa sayang mulai hilang…..
Apakah harus seperti itu..??
Sentuhan yang selama ini
kubangun dengan cinta..
Tak mampu membuatnya mengerti
betapa besar harapanku padanya…..
Mata ini sudah tak mampu
lagi melihatnya..
Bukan karena ketakutan akan salah
Bukan karena malu akan diri
Bukan karena menyerah pada cinta
Tapi aku tak mampu karena
aku tak bisa melupakannya…
Hati ini terus memanggil namanya..
Hati ini terus mengingatnya…
Hati ini…
belum bisamenerima ketiadaannya…..
Hati… mengertilah..
Seperti itulah dia….
Dia…
Dia yang ku sayang di setiap detik
Dia yang ku rindukan di setiap malam
Dia yang ku harapkan di setiap mimpi
Dia yang memberi kebahagian di setiap langkah
Telah menghancurkan
hati ini dengan sempurna………
Entah kapan dapat ku hilangkan perasaan ini
Entah kapan rasa ini berhenti menghantuiku
Entah kapan wajah ini dapat tersenyum lagi
Entah kapan dapat ku lihat kembali indahnya mimpi
Entah kapan………
Entah…
Tapi.. aku yakin….
Waktu itu pasti akan tiba…
Ya… pasti akan datang saat-saat itu…
Waktu.. bantulah aku….
Aku telah melihat dia..
Namun tak hanya dia…...
23 Agustus '06 [R(asa)ku...](T)
Tata Gurwita
Kulihat dia..
Namun tak hanya dia…
Dia yang ku sayang
Tlah ku benci..
Entah apa yang dia rasakan
Setelah apa yang pernah
terjadi diantara kita
Apakah dia sudah melupakan
semua kebahagiaan saat bersama?
Mengapa secepat itu
perasaan dapat berubah..
Mengapa semudah itu sebuah
perasaan dipermainkan…
Benarkah kata2 sayang itu??
Tuluskah janji2 itu…??
Mungkin semua hanya kepalsuan…
Aku terlalu berharap
pada bidadari…..
Ketika sebuah kenangan
dilupakan begitu mudah
Ketika sebuah kebaikan
datang mengusik kebahagian
Ketika keyakinan melemah
disaat cinta terbenam sejenak
Ketika hati tak mampu
menerima apa adanya
Saat itu pula
rasa sayang mulai hilang…..
Apakah harus seperti itu..??
Sentuhan yang selama ini
kubangun dengan cinta..
Tak mampu membuatnya mengerti
betapa besar harapanku padanya…..
Mata ini sudah tak mampu
lagi melihatnya..
Bukan karena ketakutan akan salah
Bukan karena malu akan diri
Bukan karena menyerah pada cinta
Tapi aku tak mampu karena
aku tak bisa melupakannya…
Hati ini terus memanggil namanya..
Hati ini terus mengingatnya…
Hati ini…
belum bisamenerima ketiadaannya…..
Hati… mengertilah..
Seperti itulah dia….
Dia…
Dia yang ku sayang di setiap detik
Dia yang ku rindukan di setiap malam
Dia yang ku harapkan di setiap mimpi
Dia yang memberi kebahagian di setiap langkah
Telah menghancurkan
hati ini dengan sempurna………
Entah kapan dapat ku hilangkan perasaan ini
Entah kapan rasa ini berhenti menghantuiku
Entah kapan wajah ini dapat tersenyum lagi
Entah kapan dapat ku lihat kembali indahnya mimpi
Entah kapan………
Entah…
Tapi.. aku yakin….
Waktu itu pasti akan tiba…
Ya… pasti akan datang saat-saat itu…
Waktu.. bantulah aku….
Aku telah melihat dia..
Namun tak hanya dia…...
23 Agustus '06 [R(asa)ku...](T)
Tata Gurwita
Fifi > ... ...
Ketika persahabatan
dipertanyakan…...
****
Fifi:
Mungkin aku ingin
menjadi seperti bidadari
yang berhati suci
Tapi kenyataannya…
Aku hanya seorang wanita
yang tercabik hatinya..
Aku:
Mungkin aku juga ingin
menjadi seperti malaikat
yang selalu ada menemanimu
Tapi kenyataannya..
Aku hanya seseorang
yang belum bisa setia
pada sucinya hatimu….
Fifi:
Jembatan yang kubangun dengan waktu
Mungkin telah roboh
Mungkin selamanya tak kan ada lagi
jembatan untuk kita..
Aku:
Serapukah itukah jembatan yang kau bangun??
Ataukah terlalu mahal
hingga tak mungkin dibangun kembali?
Jika memang iya
pondasiku jauh lebih kuat darimu..
Meskipun jembatanku telah roboh
dengan keyakinanku akan kita..
Akan terus kucoba membangun kembali..
Walaupun tanpa kepastian akan indahnya
Terus kan ku coba
dengan keyakinan tanpa waktu…
Maaf jika aku telah merobohkan jembatan kita
yang telah kau bangun….
Jika bagimu itu selamanya tak kan lagi ada
Aku tak kan menyalahkanmu…
Tapi jembatanku akan terus ku ukir
walau hanya dengan bayangmu..
Kenangan kita
akan membuatnya abadi….
Walaupun itu semua
mungkin hanya jadi mimpi……
Fifi:
Suatu saat kau akan mengerti
mengapa jembatanku menjadi rapuh
Menjadi wanita yang menyerah pada cinta
Aku ingin tau seberapa kuat pondasimu
Jika waktu dan cinta tak berpihak padamu..!
Aku:
…
.........
Fifi:
Beri tau aku
siapa yang harus ku nanti
Kepada siapa aku harus setia
Jika setiap waktu
aku harus merelakanmu memilih hati lain.........
****
Fi…. maafin aku yaah..
maaf seandainya aku ngecewain kamu..
Maaf klo aku melukaimu...
Aku minta maaf Fi..
I Miz U so…….
? ??? '?? [Fifi > ... ...](FT)
Tata Gurwita
dipertanyakan…...
****
Fifi:
Mungkin aku ingin
menjadi seperti bidadari
yang berhati suci
Tapi kenyataannya…
Aku hanya seorang wanita
yang tercabik hatinya..
Aku:
Mungkin aku juga ingin
menjadi seperti malaikat
yang selalu ada menemanimu
Tapi kenyataannya..
Aku hanya seseorang
yang belum bisa setia
pada sucinya hatimu….
Fifi:
Jembatan yang kubangun dengan waktu
Mungkin telah roboh
Mungkin selamanya tak kan ada lagi
jembatan untuk kita..
Aku:
Serapukah itukah jembatan yang kau bangun??
Ataukah terlalu mahal
hingga tak mungkin dibangun kembali?
Jika memang iya
pondasiku jauh lebih kuat darimu..
Meskipun jembatanku telah roboh
dengan keyakinanku akan kita..
Akan terus kucoba membangun kembali..
Walaupun tanpa kepastian akan indahnya
Terus kan ku coba
dengan keyakinan tanpa waktu…
Maaf jika aku telah merobohkan jembatan kita
yang telah kau bangun….
Jika bagimu itu selamanya tak kan lagi ada
Aku tak kan menyalahkanmu…
Tapi jembatanku akan terus ku ukir
walau hanya dengan bayangmu..
Kenangan kita
akan membuatnya abadi….
Walaupun itu semua
mungkin hanya jadi mimpi……
Fifi:
Suatu saat kau akan mengerti
mengapa jembatanku menjadi rapuh
Menjadi wanita yang menyerah pada cinta
Aku ingin tau seberapa kuat pondasimu
Jika waktu dan cinta tak berpihak padamu..!
Aku:
…
.........
Fifi:
Beri tau aku
siapa yang harus ku nanti
Kepada siapa aku harus setia
Jika setiap waktu
aku harus merelakanmu memilih hati lain.........
****
Fi…. maafin aku yaah..
maaf seandainya aku ngecewain kamu..
Maaf klo aku melukaimu...
Aku minta maaf Fi..
I Miz U so…….
? ??? '?? [Fifi > ... ...](FT)
Tata Gurwita
Prahara Rasa...
Ku terus mencari..
Apa yang ku rasa..
Dalam kesunyian yang meragukan..
Tetap ku coba mencari..
Dalam getar asa yang menjerit…
Lelah..
Namun harus kurasa..
Tidak…
Semua telah semu..
Tapi mengapa tetap kucari..
Uuugh….
Mungkin rasa sudah tak dapat lagi ku rasa…
Sunyi..
Ingin ku lari dari langkah yang terpaku..
Entah mengapa semua rasa menjadi irama yang sumbang..
Tak terdengar namun terdengar..
Ketika hati mulai menari bersama asa..
Sesaat ku rasa semua rasa….
Semua rasa yang indah..
Yang tergores oleh kebencian yang amat sangat…
Ku kan terus mencari..
Hingga ku sadari apa yangkurasa……
6 Agustus '06 [Prahara Rasa...](T)
Tata Gurwita
Apa yang ku rasa..
Dalam kesunyian yang meragukan..
Tetap ku coba mencari..
Dalam getar asa yang menjerit…
Lelah..
Namun harus kurasa..
Tidak…
Semua telah semu..
Tapi mengapa tetap kucari..
Uuugh….
Mungkin rasa sudah tak dapat lagi ku rasa…
Sunyi..
Ingin ku lari dari langkah yang terpaku..
Entah mengapa semua rasa menjadi irama yang sumbang..
Tak terdengar namun terdengar..
Ketika hati mulai menari bersama asa..
Sesaat ku rasa semua rasa….
Semua rasa yang indah..
Yang tergores oleh kebencian yang amat sangat…
Ku kan terus mencari..
Hingga ku sadari apa yangkurasa……
6 Agustus '06 [Prahara Rasa...](T)
Tata Gurwita
Ingin Ku Mengerti...
Kerlipan lilin di
tengah kegelapan..
Membaurkan cahayanya dalam
keheningan..
Perlahan tapi pasti..
Cahayanya mampu membuat
keindahan..
Malampun kian merasuk..
Begitupun lilin, setia memberikan kehangatannya…
Setiap malam datang..
Rasa hampa pun mengikuti..
Entah apa yang telah
terjadi pada hati ini….
Semua bayangan tentangmu
terus menghantuiku…
Ingin ku lawan rasa ini..
Ingin ku mengerti rasaini……
28 Mei '06 [Ingin Ku Mengerti...](T)
Tata Gurwita
tengah kegelapan..
Membaurkan cahayanya dalam
keheningan..
Perlahan tapi pasti..
Cahayanya mampu membuat
keindahan..
Malampun kian merasuk..
Begitupun lilin, setia memberikan kehangatannya…
Setiap malam datang..
Rasa hampa pun mengikuti..
Entah apa yang telah
terjadi pada hati ini….
Semua bayangan tentangmu
terus menghantuiku…
Ingin ku lawan rasa ini..
Ingin ku mengerti rasaini……
28 Mei '06 [Ingin Ku Mengerti...](T)
Tata Gurwita
Suara. . .
Saat hati melawan kerinduan
Saat jiwa berjuang menghadapi kehampaan
Terdengar suara rindu di balik asa sang fajar
Sedang terlelap aku
Namun semuanya dapat terdengar
Menanyakan sesuatu
Suara sedih penuh makna, mungkin
Suara yang menggetarkan hati yang merindu
Suara yang menggores luka yang baru saja membeku
Suara yang mengharapkan do’a dari sebuah sampah yang terbuang
atau mungkin dari mutiara yang terbuang
Sayang…. kan ku panjatkan selalu do’a untuk kebahagiaanmu..
Do’a yang dapat merubah sesuatu yang telah terjadi
Sesuatu yang mungkin terabaikan jika tidak terpuruk
Do’a yang dapat merubah kegelisahanmu menjadi sebuah senyuman..
Ya Allah.. bantu aku membelainya….
11 Juli '06 [Suara...](T)
Tata Gurwita
Saat jiwa berjuang menghadapi kehampaan
Terdengar suara rindu di balik asa sang fajar
Sedang terlelap aku
Namun semuanya dapat terdengar
Menanyakan sesuatu
Suara sedih penuh makna, mungkin
Suara yang menggetarkan hati yang merindu
Suara yang menggores luka yang baru saja membeku
Suara yang mengharapkan do’a dari sebuah sampah yang terbuang
atau mungkin dari mutiara yang terbuang
Sayang…. kan ku panjatkan selalu do’a untuk kebahagiaanmu..
Do’a yang dapat merubah sesuatu yang telah terjadi
Sesuatu yang mungkin terabaikan jika tidak terpuruk
Do’a yang dapat merubah kegelisahanmu menjadi sebuah senyuman..
Ya Allah.. bantu aku membelainya….
11 Juli '06 [Suara...](T)
Tata Gurwita
#2
Malam kian merasuk
Tetap saja tak mampu pejamkan mata
Bicara pada rintik hujan
Pandangi kelamnya malam
Kau lebih beruntung dibanding aku
Malam ini terasa begitu amat singkat
Aku ingin terus bersama malam…
4 July '06 [#2](F)
Tata Gurwita
Tetap saja tak mampu pejamkan mata
Bicara pada rintik hujan
Pandangi kelamnya malam
Kau lebih beruntung dibanding aku
Malam ini terasa begitu amat singkat
Aku ingin terus bersama malam…
4 July '06 [#2](F)
Tata Gurwita
Pastikan...
Lihatlah langit di atas sana
Tersenyum melihat tingkah kita
Selalu ada peristiwa
Yang membawa pertengkaran
Maksudku hanya ingin yang baik
Untuk kita berdua dalam bercinta
Baiknya aku buruknya aku
Terimalah apa adanya
Pastikan kau dengan aku
Jangan ada cinta lain
Tak pernah aku terlintas
Niat ku untuk berpaling
Maafkanlah aku Sayang
Bila belum kau bahagia
Biar langit dan bumi meruntuh
Biar jasa kita tertimbun di sana
Tetap bersama, tak ingin lepas
Mencintaimu ku jadi begini
For someone I love..
I miz U….
28 Juni '06 [Pastikan...](Siti Nurhaliza)
Tata Gurwita
Tersenyum melihat tingkah kita
Selalu ada peristiwa
Yang membawa pertengkaran
Maksudku hanya ingin yang baik
Untuk kita berdua dalam bercinta
Baiknya aku buruknya aku
Terimalah apa adanya
Pastikan kau dengan aku
Jangan ada cinta lain
Tak pernah aku terlintas
Niat ku untuk berpaling
Maafkanlah aku Sayang
Bila belum kau bahagia
Biar langit dan bumi meruntuh
Biar jasa kita tertimbun di sana
Tetap bersama, tak ingin lepas
Mencintaimu ku jadi begini
For someone I love..
I miz U….
28 Juni '06 [Pastikan...](Siti Nurhaliza)
Tata Gurwita
#1
Saat waktu mengajakku berlari..
Ketika angin membawaku ‘tuk kembali..
Melayang lepas terhempas langit..
Menderu jatuh tak terkekang..
Hanya berpegang pada bayangku aku tenang…
22 Juni '06 [#1](F)
Tata Gurwita
Ketika angin membawaku ‘tuk kembali..
Melayang lepas terhempas langit..
Menderu jatuh tak terkekang..
Hanya berpegang pada bayangku aku tenang…
22 Juni '06 [#1](F)
Tata Gurwita
Inilah Aku...
Jika ku pergi malam ini
Ku pergi dan takkan kembali
Mungkin takkan ku lihat lagi
Pesona dimatamu
Dan aku tahu nyanyian indah burung-burung kecil
Namun jika aku berfikir
Aku hidup untuk menatap langit
Jika aku disampingmu
Aku akan tahu
Apa yang harus ku katakan
Ku bayangkan saat kita bersama
Ku bayangkan hari-hari lebih indah dari sebelumnya
Jika esok lebih bahagia
Tiada ku dapat menunggu datangnya esok
Tiada dapat ku pejamkan mata
Semua rebah tanpanya
Sesak berat ku bernafas
Semua retak patah jadi dua
Dia tidak pergi di hati ini
Tapi tidak pula disini
Hari lalu saat kita bersama
Begitu indah jika diuraikan dengan kata-kata
Ku gubah sejuta syair jadikan pesona
Bersama nyanyian burung-burung kecil yang ku cinta
Inilah aku apa adanya
Mencoba buat siang tebarkan bintang
Bersama impian malam-malam yang rentang
Akankah raja malam katakan
Apa harus ku lakukan
Bila, kalau, larut menjelang
Wajah-wajah itu jadi bayangan
Kerinduan ini semakin dalam
Seperti inilah aku seorang insan
Tiada dapat banyak dapat ku lakukan
Tanpa sinar kilauan bintang
Lelah mencoba bagiku
Letih mengenang batin ini
Masih mampukah esok aku berdiri
Tiada dapat ku urai kata-kata
Lelah berfikir
Untuk sambung kalimat-kalimat
Kumpulkan huruf-huruf
Jadikan puitis segalanya
Indah ……
Engkau yang memasuki hidupku
Ku cari diantara sejuta keindahan
Namun yang tersua
Hanya kerinduan
Ku turuti langkah ini
Ku biarkan angin terbangkan jiwa ini
Ku izinkan sayap-sayap itu layangkan tubuh ini
Ku bolehkan peri-peri itu bawa ku pergi
Diantara bunga-bunga yang semerbak
Kupu-kupu yang indah
Dunia memang nyata
Ku bayangkan indahnya lusa
Ku mimpikan saat bahagia
Melukis siang diantara malam
Menggambar yang ku cinta diantara awan
Bintang jadi hiasan
Bulan jadi pelita
Mungkin bukan malam ini
Mungkin bukan pula saat ini
Tapi pastikan esok pagi
Ku ingin ada
Nyata disisi orang-orang yang ku cinta
Ku ingin ada
Ku ingin tinggalkan dunia
Dipangkuan dipelukan orang-orang
yang mencintaiku apa adanya
Ku ingin ada
Menatap mata dan mengerti isyarat dibaliknya
Ku ingin diriku ada
Aku ingin diri ini hadir untuk yang mencinta apa adanya
Inilah aku apa adanya
Nantikan malam rindukan siang
Inilah aku yang susah dimengerti
Menanti pagi tunggu fajar menyibak senja
Inilah aku
Beginilah aku seperti inilah aku
Aku jemu
Namun aku rindu ….
22 Juni '06 [Inilah Aku...](F)
Tata Gurwita
Ku pergi dan takkan kembali
Mungkin takkan ku lihat lagi
Pesona dimatamu
Dan aku tahu nyanyian indah burung-burung kecil
Namun jika aku berfikir
Aku hidup untuk menatap langit
Jika aku disampingmu
Aku akan tahu
Apa yang harus ku katakan
Ku bayangkan saat kita bersama
Ku bayangkan hari-hari lebih indah dari sebelumnya
Jika esok lebih bahagia
Tiada ku dapat menunggu datangnya esok
Tiada dapat ku pejamkan mata
Semua rebah tanpanya
Sesak berat ku bernafas
Semua retak patah jadi dua
Dia tidak pergi di hati ini
Tapi tidak pula disini
Hari lalu saat kita bersama
Begitu indah jika diuraikan dengan kata-kata
Ku gubah sejuta syair jadikan pesona
Bersama nyanyian burung-burung kecil yang ku cinta
Inilah aku apa adanya
Mencoba buat siang tebarkan bintang
Bersama impian malam-malam yang rentang
Akankah raja malam katakan
Apa harus ku lakukan
Bila, kalau, larut menjelang
Wajah-wajah itu jadi bayangan
Kerinduan ini semakin dalam
Seperti inilah aku seorang insan
Tiada dapat banyak dapat ku lakukan
Tanpa sinar kilauan bintang
Lelah mencoba bagiku
Letih mengenang batin ini
Masih mampukah esok aku berdiri
Tiada dapat ku urai kata-kata
Lelah berfikir
Untuk sambung kalimat-kalimat
Kumpulkan huruf-huruf
Jadikan puitis segalanya
Indah ……
Engkau yang memasuki hidupku
Ku cari diantara sejuta keindahan
Namun yang tersua
Hanya kerinduan
Ku turuti langkah ini
Ku biarkan angin terbangkan jiwa ini
Ku izinkan sayap-sayap itu layangkan tubuh ini
Ku bolehkan peri-peri itu bawa ku pergi
Diantara bunga-bunga yang semerbak
Kupu-kupu yang indah
Dunia memang nyata
Ku bayangkan indahnya lusa
Ku mimpikan saat bahagia
Melukis siang diantara malam
Menggambar yang ku cinta diantara awan
Bintang jadi hiasan
Bulan jadi pelita
Mungkin bukan malam ini
Mungkin bukan pula saat ini
Tapi pastikan esok pagi
Ku ingin ada
Nyata disisi orang-orang yang ku cinta
Ku ingin ada
Ku ingin tinggalkan dunia
Dipangkuan dipelukan orang-orang
yang mencintaiku apa adanya
Ku ingin ada
Menatap mata dan mengerti isyarat dibaliknya
Ku ingin diriku ada
Aku ingin diri ini hadir untuk yang mencinta apa adanya
Inilah aku apa adanya
Nantikan malam rindukan siang
Inilah aku yang susah dimengerti
Menanti pagi tunggu fajar menyibak senja
Inilah aku
Beginilah aku seperti inilah aku
Aku jemu
Namun aku rindu ….
22 Juni '06 [Inilah Aku...](F)
Tata Gurwita
Langganan:
Postingan (Atom)

