Hi.. Friends!! Welcome to My Heartz... ^,^

'met menikmati yaa...

Minggu, 10 Mei 2009

Bantu Aku...

Embun... datanglah pagi ini...
Bantu aku hilangkan kegelisahannya....

Fajar.... indahkanlah pagi ini...
Bantu aku hilangkan keresahannya....

Jika aku yang seperti ini saja peduli padanya
Apalagi Engkau wahai Sang Pencipta

Aku mohon.....
Bantu aku hilangkan segala kesedihannya.........



8 Mei '09 [Bantu Aku...](Tf) 
Tata Gurwita 

Aku Ingin Tenang...

Aku ingin tenang
dalam derasnya samudera
Kubinasakan suara dalam bias

Aku berada pada cahaya
dan segarnya dedaunan
Bersama pudarnya malam
Aku mencoba tersenyum...

Aku ingin tenang
ramai ricuh tolak nestapa
Kunaungi lamun dalam purnama

Aku menatap silau malam
dan kerlipan kegelapan
Bersama kebimbangan hati
Aku mencoba tertawa...

Sentuhan indah belum mempesona
pun warna dalam bening
Semua rasa terus bertengkar
entah dimana ujung kedamaian

Aku... hanya ingin tenang.......


7 Mei '09 [Aku Ingin Tenang...](T) 
Tata Gurwita 

Kesunyian Malam...

Sepi malam membawa kesunyian
Angin malam membawa kegelisahan di setiap sudut ruang
Malam ini terasa begitu hampa
Kekosongan jiwa menyatu bersama keresahan malam

Emosiku bagai angin malam yang datang tiba-tiba
dan pergi begitu saja

Cintaku bagai rembulan
kadang bersinar terang kadang juga enggan
Seperti bintang bercahaya dalam malam dan redup dalam siang

Sama seperti dirimu
Datang dan pergi membawa kerinduan

Kapan aku bisa temukanmu dalam siang dan juga malam..??

Jika waktu itu datang
Kesunyian malam tak kan lagi ada.....!



? ?? '?? [Kesunyian Malam...](F) 
Tata Gurwita 


Sakit...

tiap saat
tiap waktu
langkah hidupku terasa sakit

sakit rasanya bila tak tau siapa aku
sakit rasanya bila tak tau arti keberadaanku
sakit rasanya bila tak tau gunaku

siapa aku?
kenapa aku ada disini?
untuk apa aku disini?
kalau hanya untuk tersisih
sepi dan sendiri

sakit..!

aku tersiksa dengan semuanya

ketidakmampuanku tuk menemukan diriku
ketidakmampuanku menemukan tujuan hidupku
ketidakmampuanku menemukan sebuah jawab dari
"kenapa ada rasa sakit itu?"

ketidakmampuanku itulah yang membuatku
"tidak pernah bahagia"

karena dalam tiap kebahagiaan yang kuterima
akan selalu ada luka yang menggrogotinya
luka itu adalah rasa sakit itu

kurasa sakit itu tidak wajar
mungkin bukan sebuah rasa

tapi apa aku benar-benar sakit..???


12 Desember '04 [Sakit...](I)
Tata Gurwita

Sabtu, 25 April 2009

Buat Sayang yang Suka Berlari (jalan cepat-cepat)...

Kalau kamu suka berlari
Larilah sekencang-kencangnya
Kejar saja semua mimpimu..

Aku tidak akan menahanmu
Walaupun janjinya mimpi itu mimpi-mimpi kita
Tapi kayaknya kamu ingin berlari sendirian..

Seingetku
kamu berlari karena aku membuatmu berlari..
bener ga sih..??

Asal kamu tau
Aku ingin ikut berlari
tapi aku tertahan
karena sedikit lelah telah membuatmu berlari...

Aku memang suka jalan pelan-pelan
tapi itu juga karena kamu tak ingin berhenti sejenak
yaa sekadar minum teh hitam vanilla plus krimer..
padahal aku dah siapin lho..
ditambah madu lagi....

kamu juga sedikitpun tak ingin menoleh
kalaupun iya.. hanya melirik...
coba kamu menoleh
mungkin kamu bisa liat aku naek sepeda
dan aku bisa mengantarmu sampai perempatan tanpa lelahmu...

Tapi ya itu..
Ternyata kamu lebih suka berlari..
Sendirian...
Sampai kamu lupa ada yang terjatuh saat kamu lari...


Siapa aku..?
Tidak lagi kamu fikirkan...
Karena kamu terus berlari
dan menikmatinya..
Sampai kamu sulit menghentikan langkahmu...

Aku melihatmu sampai di ujung jalan..
tapi ga begitu jelas
mungkin karena aku udah terlalu jauh tertinggal
lagian kan mataku minus
jadi sedikit burem
dan kamu juga ngga melambaikan tangan..
tapi aku bisa merasakan kamu kok...
menyeberangi jalan demi jalan dengan niat....

Bagus deh...
Jangan tunggu aku ya..
Karena aku akan lama sampai disisimu..
Lagipula sebelum sampai disana
mungkin kamu sudah tidak lagi merasakan aku...
Karena kamu lelah sendiri dengan langkahmu
dan tertidur pulas...

Pasti selama kamu berlari
kamu pernah haus..
pernah sesak..
Tapi kamu tidak bilang kan..?
Ya iyalah
Kamu kan sukanya diem..
Jadinya ya aku ngga tau..
Atau takut karena aku sukanya marah-marah?
Mungkin juga yah....

Aku juga sudah memanggilmu lho..
Sambil teriak malah...
bahkan melemparimu dengan mawar merah..
Tapi ya kamu tau sendiri
Kamu terlalu sibuk dengan larimu...
Ya sudah.......


Aku suka jalan pelan-pelan
atau mungkin juga terpaksa jalan pelan-pelan..
tapi aku tidak menjatuhkan sesuatu
dan meninggalkannya tanpa sesuatu..

Aku hanya sedikit berharap
kamu berhenti sesaat
atau mundur lumayan jauh
untuk kita lari bersama....

Tapi sepertinya harapku bukan pedulimu lagi
karena kalau sudah berlari
susah untuk memelan lagi
demi apapun itu..
ya kan sayang..?

Korbankan saja semua..
kamu kan juga ga tau kenapa akhirnya ini bisa terjadi..
bingung sendiri sama apa yang kamu rasa...
Sepertinya pikiranmu sudah mengalami transformasi.....

Entahlah... aku mulai tidak mengenalmu....


Satu yang ku sesalkan..
waktu itu aku membuatmu berlari
(hingga ku lupa pada langkahku sendiri)
dan membiarkanmu terus berlari....

Tau ngga..?
Saat itu aku percaya pada larimu..
tapi ternyata kamu memilih menelan ludahmu sendiri..
Makanya jangan suka/terus berlari sendirian....


hhuuummmmm..
Aku bersyukur menemukanmu di persimpangan jalan menuju masa depan...
Dan aku berusaha merelakanmu memilih apapun yang kamu mau...
Karena aku tak ingin lagi peduli padamu....


Aku suka jalan pelan-pelan..
Buat sayang yang suka berlari
Berlarilah........




23 April '09 [Buat Sayang yang Suka Berlari...](T)
Tata Gurwita

Sabtu, 11 April 2009

Dia Mengakhiri Segalanya...

Fajar berlalu
dan ku melangkah dalam kerisauan...
Ku yakin kan diri
semuanya kan kembali..

Sebelumnya di setiap malam
Ku tak ingin terus berfikir
Dia pasti tidak seperti dia yang lalu...
Dia pasti setia pada rasaku..

Dia berbeda..
Dia yang terindah..

Banyak mimpiku padanya
Sayangku tak terukur lagi..
Hingga ku bayangkan bahagia bersama senyumnya..
Selalu..
Selamanya....

Bersama cahaya mentari
bersama lelah menanti
bersama rindu bersemi
Aku mencoba 'lagi' menyapanya...

Dengan amarah yang telah pudar
dengan senyuman yang kembali
dengan percaya pada hati
dan mengingat bahagianya..
Aku mencoba 'lagi' menyapanya...

Kulupakan semua yang ku benci
Ku ingat hanya kenangan indah
dan kedewasaan dari setiap masalah...
Berharap mengerti dan berubah demi kita..

Akhirnya tiba ku menyapanya...
Setelah lama menunggu
ku mendengar indahnya suara itu..
Suara tanpa dosa..
Aku benar-benar merindunya..

Namun.....
yang selama ini kutakutkan..
telah terjadi padanya..!!!

yang selama ini kujauhi
yang selama ini kubenci
yang selama ini tak ingin terfikirkan olehku
telah terfikirkan olehnya...!!!!

Rasa dia telah hilang....
Rasa itu telah pergi.....

Ingin rasanya ku menamparnya..!
Agar ia sadar pada kesetiaan...!
Agar ia tahu betapa hati ini mulai sesak...!

Air mata ini tak tertahan lagi
Sungguh ku tak menduga
Ia 'juga' sanggup melakukan ini..!

Hati yang telah ia obati..
Hati yang telah ia sinari..
Hati yang telah ia kasihi..
Telah ia kembalikan ke kegelapan.....

Ia tahu hati ini pernah terluka
dan sekarang ia telah menghancurkannya 'lagi'
dengan 'lebih' sempurna.....

Kali ini aku benar-benar hancur..........

Cinta....
Inikah setiamu...??

Entahlah..
Aku tak ingin 'bercinta' lagi..
Karena 'setia' tak lagi mulia....!

Bila waktu bisa kuputar
Aku tak ingin menggapaimu........

Hhhhfffhh..
Aku melangkah kembali pada mentari..
membiarkan cahayanya menenangkan tanya air mataku..
hingga ku terlelap dalam kesedihan..
dan berharap fajar tak lagi hadir....!!



11 Maret '09 [Dia Mengakhiri Segalanya...](T)
Tata Gurwita

Senin, 30 Maret 2009

Sahabat......(1)

Hari ini sepi, sunyi, dan sangat kelam

Anginpun tak ingin berhembus

Dan nafasku serasa terhenti

Dalam hidup yang kujalani


Sekilas matahari itu muncul

Sesaat aku ingin tampak

dan tumbuh, hidup, mekar

bersama munculnya musim bunga


Nyanyian jangkrik begitu merdu

hingga malam pun menjadi syahdu

Tanganku penuh dengan lumpur

dan semua milikku telah terkubur


Tapi...

Aku berharap bisa melewatinya

Aku ingin menjalaninya

Meskipun aku tak mampu

Aku ingin mencoba

Meletakkan tanganku dipundakmu

dan kita bersama-sama

akan terus melaju...



-->to be continued..



17 Agustus '04 [Sahabat......(1)](F)
Tata Gurwita

#5

Apakah mungkin ombak tidak menyapa lautan?

Apakah sanggup bumi menjauhi sang surya?

Apakah rela kasih sayang berpisah dengan cinta?

Harapku cahaya terus bersinar...



? ?? '?? [#5](T)
Tata Gurwita

Minggu, 22 Maret 2009

Aku Sesak...

Saat ini..
Aku ingin keindahan fajar
Hingga hening lelap dalam malam

Benarkah ini akan sempurna?
Ingatku hanya kerlip dalam senyum
Langkah pun menari tanpa arah

Mungkinkah datang cahaya?

Tidak..!
Hingga ku sesak raih mentari.....



16 Feb '09 [Aku Sesak...](T)
Tata Gurwita

Rasa Ini Goyah..

Ada kesepian. larut dalam malam
Ada tangis, mencair dalam gerimis
Ada cinta, menggupal dalam awan
Ada rindu, melebur bersama waktu

Seorang penyair berbicara tentang cinta
Seorang pencinta bicara apa itu luka
Ketika sebuah hati merasa terasing
Mencoba hancurkan angkuhnya sebuah jiwa

Jalan yang tertelusuri teramat panjang
Ingin rasanya kaki ini berbalik ke belakang
Raga ini telah lelah
Rasa ini semakin goyah

Tak ada lagi kata yang menjenguk sepinya sebuah hati
Tak ada lagi rasa yang menyapa rindunya sebuah jiwa

bagaimana seseorang mampu bertahan
Jika nyatanya waktu mengalahkan segalanya

Tegarku tak seperti karang dalam lautan
Setiaku tak sebanyak pasir dalam pantai

Karena cintaku sebuah layangan dengan benang...



18 Maret '06 [Rasa Ini Goyah...](F)
Tata Gurwita

Haruskah...

Detik berganti menit
Menit berganti Jam
Hari berganti bulan

Namun satu nama yang tak pernah beranjak pergi dari hatiku
harus dengan apa ku tepis perasaan ini
Rasa yang tak pernah beranjak pergi
Haruskah kuhapus namamu..??



11 Oktober '04 [Haruskah...](F)
Tata Gurwita

Kamis, 19 Maret 2009

Saat Kau Pergi

Saat kau pergi
berlinanglah air mataku
betapa singkat kurasakan
kebahagiaan itu
kini lenyaplah sudah

Tak pernah ku inginkan
perpisahan ini terjadi
ku hanya bisa merelakan
jika memang kau pikir
inilah yang terbaik

Tak perlu kau beri alasan mengapa kau ingin pergi meninggalkan diriku
karena ku yakin mungkin semuanya itu bisa membuatmu bahagia
Sepenuhnya kumenyadari bahwa cinta itu tak mesti harus memiliki
namun ku akan terus selalu menyayangimu setulusnya hati ini..



18 Maret '09 [Saat Kau Pergi](VAGETOZ)
Tata Gurwita

Rabu, 18 Maret 2009

#4

Suasana ini buatku goyah..

Dia yang ku ingat
tak ku senyum lagi...

Lihat ini cinta..!

Puas pun tak tersentuh......



? ?? '?? (#4)(T)
Tata Gurwita

Ketahuilah Sayyang......

Lelah mata ini menahan tetes air mata

dia yang selalu kukagumi menampar hati ini dengan lembut


Rasa sayang yang ada tak mampu mengerti situasi

semua dikalahkan oleh sebuah 'tanggung jawab'

hingga melupakan segalanya


Sesaat.. namun sangat menyakitkan...

menghancurkan segala harapan....


Seandainya ada setitik cahaya dalam sehari

ini tak perlu terjadi...

seandainya ada kesadaran memiliki separuh nafas

emosi ini tak kan meluap...


Keadaan ini semakin membuatku berhenti

berhenti percaya pada indahnya kata yang tak terucap

berhenti mengerti pada keadaan yang harus dimengerti

berhenti berkata pada kebenaran yang terbalik

berhenti angkuh pada emosi yang terulang

berhenti mengingatkan pada sesuatu yang salah

berhenti berfikir pada semua yang telah terjadi

berhenti... berhenti pada cinta yang mengalir.....


Semua yang ku ucap

bukan amarah tanpa maksud

bukan kata tanpa sebab

ketahuilah Sayyang... semua demi kebaikan kita....


Setiap malam tiba

tenangku semakin menjauh...

hingga ku terlelap dalam mata terbuka..

bayangku melayang bersimpuh hampa

ku tlah mengkhawatirkan sesuatu yang sia-sia...

sesuatu yang kurindukan

sesuatu yang selalu kuingat

sesuatu yang selalu kusayang...


Luka lama yang tlah kau sembuhkan

kembali tersayat...

sikapmu membuatnya terbuka kembali..

tanpa sadar... aku kembali 'sakit'......

Aku mencoba bertahan..

menahannya dengan segala cara....


Aku mohon jangan diam bila ku salah

karena ku tak ingin selalu meraba pikiranmu..

dan ku pun tak selalu bisa membaca matamu..

jangan paksa aku mengerti pada suatu yang tak kuketahui...


Sikap kerasku tlah membuatnya takut bersua

sikap lembut pun tak mampu menegurnya

Apa lagi yang harus dan bisa ku lakukan??


Ia ingin ku mengertinya

tapi ia tak mengerti hal sederhana yang buatku tak bisa mengertinya...

hal yang sejatinya selalu dan bisa ia lakukan sejak langkah pertama

bahkan sebelum langkah ini dimulai..

semuanya mulai hilang perlahan-lahan.....


Entah apa yang telah terjadi pada hubungan ini

Semua terasa berbalik arah

satu ditambah satu bukan lagi dua.....


hhhhhffffh...

Aku tak ingin membuatnya sedih..

dan aku tak ingin membencinya.......

Tapi dia menjadi seperti batu

yang tak bisa 'ku kendalikan'..

yang tak bisa 'ku kenali'

yang 'menjauh'... dan 'menghilang'....


Jujur... aku mulai meragukannya.....

hal ini tak pernah terbayangkan sebelumnya

dan tak ingin terfikirkan olehku!!


Ragu ini mulai mengganggu sang rasa...

mungkinkah ia tak ingin memilikiku lagi...???

Karena itu yang kurasa saat ini.............

Kehadiranku tak lagi dirindukan...

Aku tak lagi dibutuhkan

Aku tak lagi diharapkan

Aku tak lagi penting baginya....

Hingga semenit pun tak ada waktu untukku...

bahkan satu detik pun!!!


Aku dibiarkan tergantung dalam lautanku sendiri

Aku dibiarkan tak tahu samuderanya

Aku khawatir...

Aku bingung...

Aku bimbang...

dan sungguh.......

Aku....... mulai lelah................


Aku tak mampu lagi berkata-kata

ku hanya bisa diam.. diam.. dan bersedih....

karena saat ini

apa pun yang kulakukan..

tak lagi berarti....

Aku bagai mengejar sesuatu yang tak ingin 'lagi' didekati..


Baik Sayyang..

kan kuikuti alurmu...

Jika aku bagimu beban

biarkan aku lepas dari pundakmu......

walau ini sangat menyiksaku

ku kan rela demi senyummu.......


Karena bahagiamu...... segalanya bagiku....!!



9 Maret '09 (Ketahuilah Sayyang......)(T)
Tata Gurwita

Mencoba tuk kembali...

Selamanya…

ku harap indah...

saat itu sedang kucari…

hingga awal kembali gelora...

dan berkata dengan sempurna…...



20 Oktober '08 [Mencoba tuk kembali..](T)
Tata Gurwita

#3

Bintang…
Hiburlah ia
Berikan mimpi yang ia inginkan
Belai dia dengan kehangatanmu
Bantu aku temukan kegelisahannya

Angin…
Bawa pergi kerisauan hatinya
Karena malam rindu akan senyumnya


(utk seseorang yang lagi ga’ nafsu maem.. ;p)



? ?? '?? [#3](F)
Tata Gurwita

Mutiara Timur Ku . . .

Dalam ragu
Ia raba rasa sunyiku

Ia telah menyinari hati ini

Dalam tenang
Ku lihat ia tersenyum

Ia telah menepikan hampa ini

Aku tak ingin ia jauh
Aku tak ingin ia hilang

Namun hati ini
takut menggoresnya

Mungkin telah kulakukan
Mungkin ia telah sakit

Apa aku tlah membuatnya menangis??

Di tengah senyumku karenanya
Aku berharap ia bahagia
Bukan sedih karena ku

Aku telah buatnya bertanya
Apa rasa kita sebenarnya??

Ia telah temani langkah-langkahku
Tanpanya mungkin aku takkan bisa berlari lagi

Ia telah hadir pada setiap lelahku
Tanpanya mungkin aku kan sulit bernafas lagi

Lepas dari semua lukanya karena ku
Aku tak ingin ia sakit
Aku tak ingin ia sedih
Aku tak ingin ia jauh
Aku tak ingin ia pergi

Mutiara timur ku
Teruslah bersinar untukku
Kasih sayang tulusmu
tlah sejukkan hati ini


Dan kau telah ku sayang…



3 Desember '06 [Mutiara Timur Ku...](T)
Tata Gurwita

Apakah Aku Benar2 Sakit...??

Di bawah sinar mentari
Ku bicara pada tenangnya air
Bersama tarian angsa putih
Ku mencoba irama kan hati yang sumbang

Buih-buih kecil memberiku jawaban
Jawaban atas ketenganku yang semu

Bayangku hitam terbias suci
Ingin sekali ku berteriak
Hati ini tlah enggan bersinar
Hingga aku tak peduli lagi pada indahnya langit

Aku ingin bersatu bersama damainya air
Yang mengalir dengan tenang
Yang memberi keteduhan
Yang menghangatkan keangkuhan

Aku tak ingin terhanyut oleh rasaku
Aku tak ingin tersenyum bila hati ini tak mau
Tapi aku tak mampu menahan kehampaan hati

Apakah aku benar-benar sakit…????

Aku berada disini untuk kembali hidup
Disini…...
Aku tenang………



13 November '06 [Apakah aku benar-benar sakit...??](Ti)
Tata Gurwita

Izinkan Aku Membencinya. . . .

Selepas kening bersujud
Dengan akhir sebuah salam
Terlintas dalam fikirku
Sejenak sebelum do’a kulantunkan

Teringat akan kenanganmu
Mengecup tanganku
Sesaat setelah kita berserah diri
Selalu..

Hhh… Bahagia…
Aku bahagia…
Kita bahagia….??

Anganku melayang jauh
Terlena pada indahnya harapan
Di suatu saat
Hidup bersamamu bahagia
selamanya..

Do’a pun ku lantunkan
Do’a pun qta lantunkan

Tersenyum ku melihat
Kedua tanganmu
tutupi tulusnya wajahmu
Ber’doa akan kita..
Tak pernah kubayangkan
Semuanya kan sirna………

Saat-saat itu tak kan pernah terlupakan
Mungkin kau telah melupakan
Tapi hati ini terlalu sayang untuk melupakan

Cinta……
Aku bahagia..
Aku tersentuh..
Aku tergores..
Aku terluka..
Aku tersiksa..

Ku kan selalu tersenyum mengingatnya
Belaianmu..
Sentuhanmu..
Kecupanmu..
Senyumanmu..
Walau dengan rasa sakit yang amat sangat
Kan ku coba tetap tersenyum….

Selepas kening bersujud
Dengan akhir sebuah salam
Do’ kulantunkan

Ya Allah…
Izinkan aku membencinya..
Izinkan aku membencinya…..
Izinkan aku membencinya……..!!!



30 September '06 [Izinkan Aku Membencinya......](T)
Tata Gurwita

Persahabatan kita akan selalu ada...

Jalan kau tak berujung

Bertemu diri menghibur sepi

Menghindar aku

Berlari kau

Mengejar diri

Mencari kita di bawah langit tanpa mata

Mendengar suara hati bertemu jua

Salah berfikir aku

Bukan yang kujumpa

Tubuh berisi emosi

Terlupa akan kita

Selama nafas dari raga

Selama aku bagimu ada

Di bawah langit tanpa mata

Persahabatan kita akan selalu ada…



? ?? '?? [Persahabatan kita akan selalu ada...](F)
Tata Gurwita

Selasa, 17 Maret 2009

R(asa)ku. . .

Saat itu

Kulihat dia..

Namun tak hanya dia…

Dia yang ku sayang

Tlah ku benci..

Entah apa yang dia rasakan

Setelah apa yang pernah
terjadi diantara kita

Apakah dia sudah melupakan
semua kebahagiaan saat bersama?

Mengapa secepat itu
perasaan dapat berubah..

Mengapa semudah itu sebuah
perasaan dipermainkan…

Benarkah kata2 sayang itu??

Tuluskah janji2 itu…??

Mungkin semua hanya kepalsuan…

Aku terlalu berharap
pada bidadari…..

Ketika sebuah kenangan
dilupakan begitu mudah

Ketika sebuah kebaikan
datang mengusik kebahagian

Ketika keyakinan melemah
disaat cinta terbenam sejenak

Ketika hati tak mampu
menerima apa adanya

Saat itu pula
rasa sayang mulai hilang…..

Apakah harus seperti itu..??

Sentuhan yang selama ini
kubangun dengan cinta..

Tak mampu membuatnya mengerti
betapa besar harapanku padanya…..

Mata ini sudah tak mampu
lagi melihatnya..

Bukan karena ketakutan akan salah
Bukan karena malu akan diri
Bukan karena menyerah pada cinta

Tapi aku tak mampu karena
aku tak bisa melupakannya…

Hati ini terus memanggil namanya..
Hati ini terus mengingatnya…
Hati ini…
belum bisamenerima ketiadaannya…..

Hati… mengertilah..
Seperti itulah dia….

Dia…
Dia yang ku sayang di setiap detik
Dia yang ku rindukan di setiap malam
Dia yang ku harapkan di setiap mimpi
Dia yang memberi kebahagian di setiap langkah

Telah menghancurkan
hati ini dengan sempurna………

Entah kapan dapat ku hilangkan perasaan ini
Entah kapan rasa ini berhenti menghantuiku
Entah kapan wajah ini dapat tersenyum lagi
Entah kapan dapat ku lihat kembali indahnya mimpi
Entah kapan………
Entah…

Tapi.. aku yakin….
Waktu itu pasti akan tiba…

Ya… pasti akan datang saat-saat itu…
Waktu.. bantulah aku….

Aku telah melihat dia..
Namun tak hanya dia…...



23 Agustus '06 [R(asa)ku...](T)
Tata Gurwita

Fifi > ... ...

Ketika persahabatan
dipertanyakan…...

****

Fifi:
Mungkin aku ingin
menjadi seperti bidadari
yang berhati suci

Tapi kenyataannya…
Aku hanya seorang wanita
yang tercabik hatinya..

Aku:
Mungkin aku juga ingin
menjadi seperti malaikat
yang selalu ada menemanimu

Tapi kenyataannya..
Aku hanya seseorang
yang belum bisa setia
pada sucinya hatimu….

Fifi:
Jembatan yang kubangun dengan waktu
Mungkin telah roboh

Mungkin selamanya tak kan ada lagi
jembatan untuk kita..

Aku:
Serapukah itukah jembatan yang kau bangun??
Ataukah terlalu mahal
hingga tak mungkin dibangun kembali?

Jika memang iya
pondasiku jauh lebih kuat darimu..

Meskipun jembatanku telah roboh
dengan keyakinanku akan kita..
Akan terus kucoba membangun kembali..

Walaupun tanpa kepastian akan indahnya
Terus kan ku coba
dengan keyakinan tanpa waktu…

Maaf jika aku telah merobohkan jembatan kita
yang telah kau bangun….

Jika bagimu itu selamanya tak kan lagi ada
Aku tak kan menyalahkanmu…

Tapi jembatanku akan terus ku ukir
walau hanya dengan bayangmu..

Kenangan kita
akan membuatnya abadi….

Walaupun itu semua
mungkin hanya jadi mimpi……

Fifi:
Suatu saat kau akan mengerti
mengapa jembatanku menjadi rapuh

Menjadi wanita yang menyerah pada cinta

Aku ingin tau seberapa kuat pondasimu
Jika waktu dan cinta tak berpihak padamu..!

Aku:

.........

Fifi:
Beri tau aku
siapa yang harus ku nanti
Kepada siapa aku harus setia
Jika setiap waktu
aku harus merelakanmu memilih hati lain.........

****

Fi…. maafin aku yaah..
maaf seandainya aku ngecewain kamu..
Maaf klo aku melukaimu...
Aku minta maaf Fi..
I Miz U so…….




? ??? '?? [Fifi > ... ...](FT)
Tata Gurwita

Prahara Rasa...

Ku terus mencari..
Apa yang ku rasa..
Dalam kesunyian yang meragukan..
Tetap ku coba mencari..
Dalam getar asa yang menjerit…
Lelah..
Namun harus kurasa..
Tidak…
Semua telah semu..
Tapi mengapa tetap kucari..
Uuugh….
Mungkin rasa sudah tak dapat lagi ku rasa…
Sunyi..
Ingin ku lari dari langkah yang terpaku..
Entah mengapa semua rasa menjadi irama yang sumbang..
Tak terdengar namun terdengar..
Ketika hati mulai menari bersama asa..
Sesaat ku rasa semua rasa….
Semua rasa yang indah..
Yang tergores oleh kebencian yang amat sangat…
Ku kan terus mencari..
Hingga ku sadari apa yangkurasa……



6 Agustus '06 [Prahara Rasa...](T)
Tata Gurwita

Ingin Ku Mengerti...

Kerlipan lilin di
tengah kegelapan..

Membaurkan cahayanya dalam
keheningan..

Perlahan tapi pasti..
Cahayanya mampu membuat
keindahan..

Malampun kian merasuk..
Begitupun lilin, setia memberikan kehangatannya…

Setiap malam datang..
Rasa hampa pun mengikuti..

Entah apa yang telah
terjadi pada hati ini….

Semua bayangan tentangmu
terus menghantuiku…

Ingin ku lawan rasa ini..

Ingin ku mengerti rasaini……



28 Mei '06 [Ingin Ku Mengerti...](T)
Tata Gurwita

Suara. . .

Saat hati melawan kerinduan
Saat jiwa berjuang menghadapi kehampaan
Terdengar suara rindu di balik asa sang fajar
Sedang terlelap aku
Namun semuanya dapat terdengar
Menanyakan sesuatu

Suara sedih penuh makna, mungkin
Suara yang menggetarkan hati yang merindu
Suara yang menggores luka yang baru saja membeku
Suara yang mengharapkan do’a dari sebuah sampah yang terbuang
atau mungkin dari mutiara yang terbuang

Sayang…. kan ku panjatkan selalu do’a untuk kebahagiaanmu..
Do’a yang dapat merubah sesuatu yang telah terjadi
Sesuatu yang mungkin terabaikan jika tidak terpuruk
Do’a yang dapat merubah kegelisahanmu menjadi sebuah senyuman..
Ya Allah.. bantu aku membelainya….



11 Juli '06 [Suara...](T)
Tata Gurwita

#2

Malam kian merasuk
Tetap saja tak mampu pejamkan mata
Bicara pada rintik hujan
Pandangi kelamnya malam
Kau lebih beruntung dibanding aku
Malam ini terasa begitu amat singkat
Aku ingin terus bersama malam…



4 July '06 [#2](F)
Tata Gurwita

Pastikan...

Lihatlah langit di atas sana
Tersenyum melihat tingkah kita
Selalu ada peristiwa
Yang membawa pertengkaran

Maksudku hanya ingin yang baik
Untuk kita berdua dalam bercinta
Baiknya aku buruknya aku
Terimalah apa adanya

Pastikan kau dengan aku
Jangan ada cinta lain
Tak pernah aku terlintas
Niat ku untuk berpaling

Maafkanlah aku Sayang
Bila belum kau bahagia

Biar langit dan bumi meruntuh
Biar jasa kita tertimbun di sana
Tetap bersama, tak ingin lepas
Mencintaimu ku jadi begini



For someone I love..
I miz U….



28 Juni '06 [Pastikan...](Siti Nurhaliza)
Tata Gurwita

#1

Saat waktu mengajakku berlari..
Ketika angin membawaku ‘tuk kembali..
Melayang lepas terhempas langit..
Menderu jatuh tak terkekang..
Hanya berpegang pada bayangku aku tenang…



22 Juni '06 [#1](F)
Tata Gurwita

Inilah Aku...

Jika ku pergi malam ini
Ku pergi dan takkan kembali
Mungkin takkan ku lihat lagi
Pesona dimatamu
Dan aku tahu nyanyian indah burung-burung kecil
Namun jika aku berfikir
Aku hidup untuk menatap langit
Jika aku disampingmu
Aku akan tahu
Apa yang harus ku katakan
Ku bayangkan saat kita bersama
Ku bayangkan hari-hari lebih indah dari sebelumnya
Jika esok lebih bahagia
Tiada ku dapat menunggu datangnya esok
Tiada dapat ku pejamkan mata
Semua rebah tanpanya
Sesak berat ku bernafas
Semua retak patah jadi dua
Dia tidak pergi di hati ini
Tapi tidak pula disini
Hari lalu saat kita bersama
Begitu indah jika diuraikan dengan kata-kata
Ku gubah sejuta syair jadikan pesona
Bersama nyanyian burung-burung kecil yang ku cinta
Inilah aku apa adanya
Mencoba buat siang tebarkan bintang
Bersama impian malam-malam yang rentang
Akankah raja malam katakan
Apa harus ku lakukan
Bila, kalau, larut menjelang
Wajah-wajah itu jadi bayangan
Kerinduan ini semakin dalam
Seperti inilah aku seorang insan
Tiada dapat banyak dapat ku lakukan
Tanpa sinar kilauan bintang
Lelah mencoba bagiku
Letih mengenang batin ini
Masih mampukah esok aku berdiri
Tiada dapat ku urai kata-kata
Lelah berfikir
Untuk sambung kalimat-kalimat
Kumpulkan huruf-huruf
Jadikan puitis segalanya
Indah ……
Engkau yang memasuki hidupku
Ku cari diantara sejuta keindahan
Namun yang tersua
Hanya kerinduan
Ku turuti langkah ini
Ku biarkan angin terbangkan jiwa ini
Ku izinkan sayap-sayap itu layangkan tubuh ini
Ku bolehkan peri-peri itu bawa ku pergi
Diantara bunga-bunga yang semerbak
Kupu-kupu yang indah
Dunia memang nyata
Ku bayangkan indahnya lusa
Ku mimpikan saat bahagia
Melukis siang diantara malam
Menggambar yang ku cinta diantara awan
Bintang jadi hiasan
Bulan jadi pelita
Mungkin bukan malam ini
Mungkin bukan pula saat ini
Tapi pastikan esok pagi
Ku ingin ada
Nyata disisi orang-orang yang ku cinta
Ku ingin ada
Ku ingin tinggalkan dunia
Dipangkuan dipelukan orang-orang
yang mencintaiku apa adanya
Ku ingin ada
Menatap mata dan mengerti isyarat dibaliknya
Ku ingin diriku ada
Aku ingin diri ini hadir untuk yang mencinta apa adanya
Inilah aku apa adanya
Nantikan malam rindukan siang
Inilah aku yang susah dimengerti
Menanti pagi tunggu fajar menyibak senja
Inilah aku
Beginilah aku seperti inilah aku
Aku jemu
Namun aku rindu ….



22 Juni '06 [Inilah Aku...](F)
Tata Gurwita